SurabayaGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 578 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov Jatim. Pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (21/11/2025).

Agenda ini menjadi langkah memperkuat kinerja birokrasi sekaligus menegaskan posisi Jatim sebagai “Gerbang Baru Nusantara”.

Dalam sambutannya, Khofifah meminta para pejabat bekerja dinamis, terukur, cepat, dan profesional. Ia menekankan pentingnya integritas.

“Kerjakan tugas dengan penuh ikhlas dan integritas. Insya Allah semua ikhtiar yang kita lakukan akan ada hasilnya,” ujarnya.





Khofifah menyampaikan bahwa kompetisi antar provinsi semakin ketat. Ia menilai kecepatan beradaptasi menjadi kunci menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global.

“Kita bekerja dalam dinamika yang sangat cepat. Provinsi lain juga berlari dengan kecepatan tinggi. Maka capaian yang sudah diraih harus kita jaga, dan kita semua harus cepat beradaptasi terhadap perubahan,” katanya.

Ia mencontohkan capaian Misi Dagang Jawa Timur. Setiap kegiatan misi dagang di luar daerah mencatat transaksi lebih dari Rp1 triliun.

 Bahkan kegiatan di Singapura mencapai Rp4 triliun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di tengah tuntutan efisiensi fiskal.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyoroti peluang ekonomi hijau. Delapan perusahaan tercatat berminat pada sektor karbon dalam misi dagang di Singapura, dan tiga perusahaan mencatat transaksi lebih dari Rp1 triliun.

“Saya tidak pernah membayangkan bahwa karbon bisa menjadi objek transaksi yang begitu besar. Ini peluang, dan ini menuntut adaptasi semua sektor,” tegasnya.

Ia kembali menekankan visi “Gerbang Baru Nusantara”, yaitu posisi strategis Jatim yang menjembatani kemajuan antara wilayah barat dan percepatan pembangunan di Indonesia timur.


“Saudara-saudara kita di Indonesia Timur membutuhkan percepatan pembangunan. Maka Jawa Timur harus menjadi penghubung,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan integritas dan inovasi.


“Mari kita berjalan bersama, tumbuh bersama, dan sejahtera bersama,” katanya.

Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni menyampaikan bahwa jumlah pejabat yang dilantik kali ini cukup besar. Hal itu disebabkan masa tunggu enam bulan sebelum Gubernur dapat melakukan mutasi dan rotasi.


“Jadi tahun ini yang purna tugas 2.836 orang. Karena itu pengisian jabatan administrator dan pengawas cukup banyak,” ujarnya. (**)