Surabaya, Matadelta.com – Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tengah mempersiapkan peluncuran Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran ini.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa konsep Sekolah Rakyat akan berbentuk boarding school, memungkinkan siswa untuk belajar dan tinggal di lingkungan yang lebih terpadu. Dengan format ini, diharapkan anak-anak yang kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan tanpa risiko putus sekolah.

“Jadi untuk Sekolah Rakyat ini, daerah diminta menyiapkan lahannya, dan pemerintah akan menyiapkan anggarannya. Kira-kira satu unit sekolah anggarannya Rp 100 miliar,” ujar Khofifah, Kamis (6/3/2025).

Khofifah menambahkan, pihaknya berharap Jawa Timur bisa mendapatkan kuota sebanyak 40 sekolah, yang tersebar di 38 kabupaten/kota serta dua sekolah di tingkat provinsi. Jika target ini tercapai, dengan anggaran Rp 100 miliar per sekolah, maka total dana yang beredar di Jawa Timur mencapai Rp 4 triliun. Menurutnya, pembangunan ini juga akan membawa dampak ekonomi luas, termasuk membuka lapangan pekerjaan.





“Kami berharap, Jatim dapat kuota 40 sekolah. Misalnya, kita bisa mendapatkan kuota 40, dengan anggaran satu sekolah Rp 100 miliar, maka ada uang beredar sekitar Rp 4 triliun. Artinya, keberadaan sekolah ini juga memberikan multiplayer effect karena kita bisa merekrut banyak tenaga kerja,” lanjutnya.