MOJOKERTO – Roemah Bhinneka tidak melupakan jasa Riyanto. Anggota Banser yang memeluk bom untuk melindungi jemaat misa Gereja Eben Haezer di Kota Mojokerto.

Pendiri Roemah Bhinneka Iryanto Susilo saat melakukan kunjungan ke makam almarhum Riyanto mengatakan bahwa untuk melawan lupa aksi heroik yang dilakukan Riyanto pada 20 tahun yang lalu.

“Apa yang dilakukan Riyanto itu bukan hanya sekedar menyelamatkan nyawa para jemaat Gereja Eben Haezer saja, melainkan sebagai simbol totalitas Riyanto terhadap kebhinnekaan dan kemanusiaan,” Katanya dalam keterangan persnya. (28/12).

Rombongan Roemah Bhinneka langsung disambut Ketua Ansor Kota Mojokerto, Gus Ipung. Menurutnya, Riyanto merupakan sosok yang membawa warna lain di Banser. Dari hidup sampai meninggal. Riyanto adalah wujud Banser yang benar-benar menunjukkan toleransinya terhadap kemanusiaan dan kebhinnekaan.





“Saya sungguh bersyukur, 20 tahun sudah berlalu tentang apa yang dilakukan oleh Alm. Riyanto namun tetap membawa semangat untuk melawan lupa,” ungkapnya.

Dilain pihak, Pdt. Andri Purnawan dari GKI Darmo Satelit Surabaya sekaligus mewakili Roemah Bhinneka mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Alm. Riyanto adalah benar-benar tindakan seorang pahlawan.

Jikalau dibandingkan dengan peristiwa Bom Surabaya tahun 2018, para “korban” bom tersebut adalah tetap sebagai “korban peristiwa” bom tersebut namun tidak pada sosok Alm. Riyanto.

“Bagaimanapun Riyanto adalah sosok yang dengan sengaja mau mengorbankan dirinya demi orang lain, mirip seperti Yesus Kristus yang dengan sengaja rela menyerahkan nyawanya bagi orang lain tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongannya,” pungkas, Pdt. Andri Purnawan.

Perlu diketahui, rombongan yang masuk ke makam almarhum Riyanto ini dibagi tiga kelompok, sesuai dengan protokol kesehatan.

Kelompok pertama, adalah Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jawa Timur (INTI Jatim), kelompok kedua dari Roemah Bhinneka dan lintas agama, dan kelompok ketiga dari perkumpulan Alumni SMA/K Surabaya Bersatu (ASSB) dan HumanityforAll.

Rombongan Roemah Bhinneka yang terdiri dari PC Ansor Mojokerto, Satkorcab Banser Kota Mojokerto, GUSDURian Mojokerto, GUSDURian Sidoarjo, GUSDURian Gerdu Surabaya.

Dan GKJW Jemaat Wates Mojokerto, perwakilan Umat Buddha Surabaya, perwakilan umat Katolik dari Paroki St. Stefanus Surabaya, dan dan juga anggota yang lain menutup acara di makam dengan menabur bunga di pusara makam Alm. Riyanto.

(Red)