Dari Kartini ke KOPRI PMII: Melanjutkan Perjuangan Perempuan dalam Bingkai Islam dan Pergerakan
SIDOARJO – Momentum Hari Kartini 2025, dimaknai secara mendalam oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Cabang Sidoarjo sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia.
Ketua KOPRI PMII Sidoarjo, Safitri Eria Farhani, menyampaikan bahwa semangat Kartini adalah pijakan awal bagi gerakan perempuan masa kini, termasuk di tubuh organisasi KOPRI.
“Perjuangan Kartini bukan hanya soal akses pendidikan bagi perempuan, tapi juga soal keberanian bersuara dan mengubah tatanan sosial yang timpang. Sebagai perempuan pergerakan, kita wajib meneruskan semangat itu dengan semangat Islam yang rahmatan lil alamin dan prinsip keadilan gender yang inklusif,” ujar Safitri.
Menurutnya, Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu berpikir kritis, bertindak strategis, dan tetap memegang nilai-nilai spiritualitas.
Di era modern, tantangan perempuan memang berubah bentuk, namun esensinya tetap sama: bagaimana perempuan bisa bebas dari ketertindasan dan aktif mengambil peran dalam kehidupan sosial, politik, dan pendidikan.
KS Perluas Ekspansi Global, Indonesia Jadi Fokus Utama dalam Kemitraan
Fraksi Gerindra Soroti Jawaban Eksekutif soal Laba Delta Tirta dan Revitalisasi BUMD Pangan
Curah Hujan Tinggi dan Saluran Tersumbat Picu Banjir di Sidoarjo
“KOPRI hadir sebagai ruang bagi perempuan muda untuk tidak hanya belajar, tapi juga bertumbuh dan bergerak. Perempuan-perempuan KOPRI adalah pelanjut estafet perjuangan Kartini, namun dalam konteks keumatan dan kebangsaan hari ini,” tambah Safitri.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi refleksi dan penyemangat, bukan sekadar seremonial tahunan. Kartini bukan sekadar nama dalam buku sejarah, tapi jiwa dalam setiap langkah perempuan yang memilih untuk bangkit dan memperjuangkan haknya. (*)

Tinggalkan Balasan