SIDOARJO, Matadelta.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi ekstra Kampus yang berbasis pengkaderan dengan tujuan mencetak Kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berbudi luhur, berilmu dan cakap.

Hal tersebut menjadi harapan besar bagi Tya Siddatul Ula kedepannya waktu lalu terpilih sebagai ketua komisariat Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam acara Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V yang diadakan di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) Porong Kabupaten Sidoarjo waktu lalu, Minggu (14/3).

“Terpilihnya menjadi ketua Komisariat bukan sebuah hadiah terbesar untuk saya namun itu sebuah amanah dan tantangan yang belum pernah saya dapatkan,” kata Tya Siddatul Ula selaku ketua Terpilih

Sebagai ketua mandataris periode 2021-2022 Pmii Unusida pihaknya terus berupaya menanamkan suatu prinsip berorganisasi yakni bukan jabatan yang harus kita raih, namun sebuah proseslah yang harus kita maknai.





Perempuan kelahiran 12 Februari 1999 yang bertempat tinggal di Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo ini berharap, kader ataupun anggota tidak lagi bermalas-malasan untuk mencari ilmu, sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjadi insan ulul albab yang haus akan ilmu.

“Mencari ilmu itu bukan hanya sekedar membaca, menulis, bahkan berdiskusi, namun kita melakukan sebuah hal yg baru dan berinovasi itu juga sebuah ilmu baru yang kita dapatkan,” tegas ucapan perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren (17/3)

Tya ketua kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tingkat fakultas periode 2018-2019 Pihaknya juga menjelaskan, saat ini zaman telah berubah, tapi jangan sekali kau lepaskan tangan kirimu hanya karna kemalasan, janganlah mundur oleh keadaan, pandangan lurus terus kedepan maju ke delapan penjuru untuk mencari ilmu.Ketika kita berproses jika kita mengharapkan sesuatu, dengan sendiri nya kita akan sakit hati jika tak mendapatkannya.

“Jika kita berproses itu maknailah lillahi ta’ala maka kita akan menikmati sebuah proses itu dengan sendirinya. Dan itu saya pribadi sudah merasakannya,”imbuhnya

Selebihnya, Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) ini menegaskan, Kesuksesan itu tidak dilihat dari sebarapa tingginya jabatan melainkan seberapa kuat kita menjalani tatantangan dan tanggung jawab yang diberikan. Karena dibalik kesuksesannya, perempuan yang kenyang akan pengalaman dan organisasi yang pernah dinobatkan sebagai peserta terbaik di Sekolah Kepimpinan Perempuan (SKP) di Jember Tahun lalu.

Tya juga pernah menjabat sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa (HIMA) akutansi (2018-2019), anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) (2019-2020), kaderisasi kopri komisariat (2019-2020), dan kaderisasi Karang Taruna (Kartar) (2019-2021). (*)