Gus Muhdlor minta pembangunan gedung Pemkab 8 Lantai di tangguhkan, prioritas RSUD Sibar dan Frontage Road
SIDOARJO, Matadelta.com — Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo terpilih menggelar pertemuan dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Pendopo Delta Wibawa, kemarin (11/01).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah program unggulan dari Paslon Sidoarjo MAS mulai di sinkronkan. Termasuk beberapa proyek dari pemerintah sebelumnya.
Salah satu yang cukup menarik perhatian ialah ketika Gus Muhdlor panggilan Ahmad Muhdlor Ali meminta pembangunan gedung terpadu delapan lantai di tangguhkan.
Alasannya, APBD 2021 lebih difokuskan pada pelayanan publik dan pembangunan rumah sakit Sidoarjo barat. Dan penuntasan Frontage Road.
“Sekarang masa sulit, harus dibangun sensitivitas. Fokus saja ke hal-hal yang lebih urgen, misalnya pembangunan rumah sakit, perbaikan infrastruktur jalan, stimulus modal dan pemberdayaan usaha rakyat,” Kata Gus Muhdlor.
Bupati Subandi Serahkan Bantuan Rp1,385 Miliar untuk Ponpes Al-Khoziny
Muslimat NU Dilibatkan Dalam Gerakan Cegah Stunting di Sidoarjo
Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Pasang Patok Batas Tanah, Anti Caplok, Anti Cekcok
Saat ini, tambah Gus Muhdlor era teknologi informasi. Tidak harus bekerja dalam satu gedung perkantoran. Yang terpenting integritasi dari setiap pelayanan di Kota Delta.
“Pembangunan rumah sakit Sidoarjo barat sangat dibutuhkan masyarakat. Karena kalau harus berobat ke RSUD jaraknya terlalu jauh, kasihan,” ungkap alumni SMAN 4 Sidoarjo itu.
Gus Muhdlor menegaskan, masa pandemi membuat kapasitas fiskal daerah terbatas. Selain karena PAD menurun lantaran aktivitas ekonomi juga susut, hal itu juga karena aliran dana dari pusat berkurang. Sehingga, daerah harus benar-benar cermat menggunakan anggaran.
“APBD harus benar-benar digunakan untuk aktivitas yang langsung menggerakkan ekonomi rakyat, perkuat concern pada infrastruktur yang sifatnya publik dan bisa generate ekonomi secara langsung ke rakyat. Itu jauh lebih penting,โ tegasnya.
Pemkab Sidoarjo merencanakan pembangunan gedung delapan lantai dengan skema penganggaran tahun jamak (multiyear) selama 2020-2023.
Tahun 2020 tahap perencanaan, anggarannya Rp 4,75 miliar. Lalu pada 2021 tahap struktur pembangunan dengan anggaran Rp 120 miliar, dan 2022 sebesar Rp 120 miliar, serta tahun 2023 sebesar Rp 60 miliar.
Gedung itu diharapkan bisa mempercepat layanan kepada masyarakat. Gus Muhdlor menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Sidoarjo untuk menyinkronkan program kerja.
โInsyaallah, dengan komunikasi yang baik, serta didukung ASN berinovasi, ke depan Pemkab Sidoarjo akan bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih akuntabel, dan yang terpenting programnya bisa membantu rakyat,โ pungkas alumnus Unair tersebut. (*/Red).

Tinggalkan Balasan